Kamis, 23 Desember 2010

DIOKSIN

Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel, dan mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, yaitu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity).

Umumnya dioksin dihasilkan dari pembakaran sampah, hasil samping produk pestisida, pembakaran dari proses produksi baja atau proses kimia suatu produk yang menggunakan chlor sebagai pemutih seperti kertas, plastik, bahan T-shirt dan sebagainya.

Zat Dioksin juga termasuk hasil sampingan dari proses pemutihan (bleaching) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).
Dalam proses daur ulang, banyak zat kimia digunakan untuk proses pemutihan kembali. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi bahan2 pembuat pembalut tersebut.

Mengapa pembalut wanita bisa berbahaya ?

Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. karena itulah para produsen kerap mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp, menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya. Bahan bakunya mulai dan kertas koran, kardus, karton bekas, penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau.

Bagaimana Dioksin tersebut bisa meresap ke dalam rahim ?

Bila darah haid (bersifat panas) jatuh ke permukaan pembalut , maka zat dioksin akan dilepaskan melalui proses penguapan. Uap tersebut pertama-tama akan mengenai permukaan vagina, kemudian diserap ke dalam rahim melalui saluran Serviks, lalu masuk ke uterus, melalui tuba fallopi dan berakhir di ovarium.Sehingga menyebabkan : kanker leher rahim, gatal2, myoma dll.

suarasurabaya.net| Kepraktisan yang ditawarkan produsen melalui produk pembalut wanita ternyata bisa berakibat fatal bagi wanita itu sendiri. Pasalnya, kalau pembalut wanita itu mengandung dioksin, akan memicu munculnya kanker serviks atau kanker leher rahim.

Meski belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun para wanita diminta waspada jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks. “Memang informasi ini belum banyak yang mengetahui. Tapi ada baiknya memilih produk yang aman dan tidak mengandung dioksin,”ujar WIDHIASTUTI ELOK W Manajer Operasional Pusat Deteksi Dini dan Diagnosa Kanker “Prof ROEM SOEDOKO & Dr ETTY ANANTO”. Pada suarasurabaya.net, Minggu (19/10), WIDHIASTUTI mengatakan, untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Kalau ternyata hancur dalam air dan airnya keruh berarti berdioksin. Sebaliknya, jika tidak hancur, pembalut itu aman dipakai.

”Padahal dengan menggunakan pembalut dari kain malah lebih aman dan hemat dibandingkan dengan pembalut produk pabrik. Kalau berdioksin, biasanya pembalut itu dibuat dari campuran kardus bekas, diberi pemutih dan bahan kimia lainnya. Ini khan berbahaya buat organ intim seorang wanita. Begitu pula dengan pantyliner juga harus dicek sendiri,”papar WIDHIASTUTI.

Sedangkan pemicu kanker serviks lainnya, kata WIDHIASTUTI, 95% adalah ulah para suami atau kaum pria. Para suami bisa mentransferkan Human Papilloma Virus (HPV) saat hubungan seksual dengan istrinya.

"Hadirnya virus dalam tubuh suami seperti halnya virus flu. Dalam kondisi tubuh tidak fit, HPV bisa menyerang. Dan akan menular ke istri saat berhubungan seksual. Untuk itulah, para suami seharusnya mengetahui hal ini dengan ikut memperhatikan kesehatan para istri dan memeriksakan rutin istrinya ke dokter yang terlatih untuk pap smear,”pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar