Jumat, 27 Agustus 2010

Kanker Leher Rahim (Serviks)


Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini dapat hadir dengan pendarahan vagina, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh, yang membuat kanker leher rahim fokus pengamatan menggunakan Pap smear. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi insiden kanker leher rahim yang invasif sebesar 50% atau lebih. Kebanyakan penelitian menemukan bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bertanggung jawab untuk semua kasus kanker leher rahim. Perawatan termasuk operasi pada stadium awal, dan kemoterapi dan/atau radioterapi pada stadium akhir penyakit.
INFEKSI :
Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.

Menurut Yayasan Kanker Indonesia, Saat ini penyakit Kanker Leher Rahim menyebabkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita per tahu "Sebanyak 52 juta dari sekitar 115 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker mulut rahim (kanker serviks) karena berbagai alasan”, kata dr Djemi, SpoG dalam Seminar " Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara pada Wanita", di Palu Maret 2007 (kutipan harian Analisa, Minggu 25/03/2007).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita beresiko terkena kanker mulut rahim :

  • Melakukan hubungan seksual pada usia muda ( 15 tahun ).
  • Sering berganti-ganti pasangan.
  • Melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan.
  • Penyakit menulas seksual.
  • Memiliki kebiasaan sex yang menyimpang.
  • Kurang menjaga kebersihan organ kewanitaan.
  • Merokok.
  • Sering melahirkan.
  • Menggunakan pil KB lebih dari 4 tahun menaikkan resiko 1,5 – 2,5 kali.
  • Kekurangan vitamin C, asam folat, retinol dan vitamin E.

Gejala kanker mulut rahim pada stadium dini :

  • Kadang-kadang terjadi pendarahan
  • Pendarahan setelah berhubungan intim

Beberapa gejala yang patut diwaspadai oleh kaum perempuan. Seperti munculnya keputihan, perdarahan setitik pascasenggama dan pengeluaran cairan encer dari vagina. Hal-hal tersebut bisa memberikan tanda ada kelainan pada mulut rahim.

Gejala kanker mulut rahim pada stadium lanjut :

  • Nyeri perut bawah, panggul dan punggung
  • Pendarahan dari saluran kencing dan anus
  • Pebengkakan kaki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar